BINTANGTENGGARA – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Bali menunjukkan lonjakan signifikan pada H+1. Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk terpantau padat dengan peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan di sejumlah kategori.
Di lintasan Jawa menuju Bali, selama periode 24 jam pada 23 Maret 2026, tercatat sebanyak 177 trip kapal beroperasi. Jumlah penumpang mencapai 38.212 orang, meningkat tipis 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda dua yang menembus 6.534 unit atau naik drastis 34,2 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat justru mengalami penurunan sebesar 12,9 persen menjadi 4.290 unit.
Tak hanya itu, jumlah truk yang menyeberang melonjak 30 persen menjadi 464 unit, menandakan tingginya distribusi logistik pasca-Lebaran. Di sisi lain, bus tercatat 283 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 11.571 unit, naik 10,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Namun secara kumulatif sejak H-10 hingga H+1, jumlah penumpang dari Jawa ke Bali tercatat 285.104 orang, sedikit turun 1,5 persen. Sementara total kendaraan justru naik tipis 1,2 persen menjadi 63.085 unit.
Sebaliknya, arus dari Bali menuju Jawa menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan. Di Pelabuhan Gilimanuk, tercatat 166 trip kapal beroperasi dalam periode yang sama.
Jumlah penumpang mencapai 26.617 orang atau melonjak 19,3 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda empat mengalami kenaikan tajam sebesar 25,3 persen menjadi 3.541 unit, diikuti roda dua sebanyak 2.954 unit atau naik 7,3 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kendaraan logistik dan angkutan umum. Truk meningkat 22,3 persen menjadi 467 unit, sementara bus naik 14 persen menjadi 220 unit.
Total kendaraan dari Bali ke Jawa mencapai 7.182 unit atau naik 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+1, penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 567.832 orang atau naik 5,7 persen. Total kendaraan juga meningkat 6,4 persen menjadi 179.871 unit.
Data ini menunjukkan bahwa dinamika arus Lebaran tahun ini tidak hanya didominasi pemudik, tetapi juga pergerakan logistik dan kendaraan pribadi yang terus meningkat, terutama di jalur penyeberangan utama Jawa–Bali. (Ddy/Amb)