Di Antara Dupa dan Denting Gamelan, Seblang Olehsari Banyuwangi Menari Menjaga Tradisi

BINTANGTENGGARA – Pagi di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, udara terasa berbeda. Wangi dupa perlahan menguar, berpadu dengan suara gamelan yang mengalun ritmis, seolah memanggil sesuatu yang tak kasatmata. Di halaman desa yang mulai dipadati warga dan wisatawan, sebuah ritual kuno kembali digelar yaitu Seblang Olehsari, tarian sakral yang telah hidup lintas generasi.

Ritual ini kembali berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Bagi masyarakat Using di Banyuwangi, Seblang bukan sekadar pertunjukan seni. Ia adalah jembatan antara dunia manusia dan leluhur, antara yang terlihat dan yang diyakini.

Sorotan tahun ini tertuju pada sosok penari baru: Sayu Apriliani (20). Wajahnya tenang, namun sorot matanya menyimpan ketegangan yang sulit disembunyikan. Ia bukan penari biasa. Dalam hitungan waktu, ia akan memasuki fase ketika kesadaran dirinya diyakini “ditanggalkan”, digantikan oleh energi leluhur yang menuntun setiap gerak tubuhnya.

Di tengah lingkaran penonton, tubuh Sayu mulai bergerak perlahan mengikuti irama. Lenggokan tangannya halus, namun pasti. Tak lama, suasana berubah hening. Beberapa penonton menahan napas. Bulu kuduk meremang ketika gerakan itu menjadi semakin intens—sebuah tanda bahwa ritual telah memasuki inti sakralnya.

Dalam tradisi Seblang, penari dipercaya berada dalam kondisi tidak sadar. Masyarakat meyakini, raga sang penari dirasuki energi leluhur yang membimbing setiap langkah dan gestur. Itulah yang membuat Seblang selalu menyisakan rasa takjub sekaligus haru—sebuah pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan dengan logika.

Ritual ini bukan tanpa makna. Seblang digelar sebagai prosesi tolak bala sekaligus bersih desa, dengan harapan masyarakat dijauhkan dari marabahaya. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap awal bulan Syawal, menjadi penanda penting dalam siklus kehidupan warga Olehsari.

Di balik kekhidmatan itu, Seblang juga menjelma menjadi magnet wisata budaya. Ribuan orang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan langsung ritual yang jarang ditemui di tempat lain. Perpaduan antara nilai sakral dan daya tarik visual menjadikan Seblang sebagai salah satu ikon budaya Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur tersebut.

“Banyuwangi sangat kaya akan tradisi adat dan budayanya. Kami akan terus berupaya melestarikan tradisi ini sebagai warisan leluhur,” ujarnya, Selasa (24/3/2025).

Menurut Ipuk, Seblang Olehsari yang digelar hingga 29 Maret itu juga menjadi bagian dari agenda Banyuwangi Festival, yang setiap tahunnya mampu menarik wisatawan, terutama saat libur Lebaran.

“Selain menjadi tradisi masyarakat, Seblang juga menjadi daya tarik wisata bagi mereka yang berlibur ke Banyuwangi,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia melihat antusiasme masyarakat yang tinggi sebagai pertanda bahwa tradisi ini masih hidup dan dicintai.

“Saya bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini berjalan lancar. Ini bisa disaksikan masyarakat luas, baik warga lokal maupun dari luar Banyuwangi,” katanya.

Namun lebih dari sekadar tontonan, Seblang adalah cerita tentang kesinambungan—tentang bagaimana sebuah desa menjaga ingatan kolektifnya. Dari generasi ke generasi, dari penari lama ke penari baru, dari Putri Ramadhani yang telah menuntaskan perannya selama tiga tahun terakhir, kini beralih kepada Sayu Apriliani yang memulai babak baru.

Ketika matahari mulai condong ke barat, irama gamelan perlahan mereda. Namun gema ritual itu masih terasa—tersimpan dalam ingatan, dalam rasa, dan dalam keyakinan bahwa di sudut timur Pulau Jawa, ada tradisi yang terus menari melawan lupa. (Asr)

About Bintang Tenggara

Check Also

Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool Akhir Musim 2025/2026

BINTANGTENGGARA – Penyerang Mohamed Salah memastikan akan meninggalkan Liverpool FC pada akhir musim 2025/2026. Kepastian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *