BINTANGTENGGARA – Kawasan kaki Gunung Ijen kembali memperkaya peta wisata Banyuwangi dengan kehadiran Pasar Seni dan Jajanan Tradisional “Jadoel” (Jaman Doeloe). Destinasi baru yang terletak di Dusun Karangan Tengah, Desa Licin, Kecamatan Licin ini, hadir setiap Sabtu malam pukul 18.00 – 22.00 WIB, menawarkan perpaduan autentik antara wisata kuliner tradisional dan pertunjukan seni budaya lokal.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik inisiatif warga ini. “Ini adalah kreativitas dari warga desa yang sangat membanggakan. Selain menggerakkan ekonomi lokal, tempat ini juga menjadi daya tarik baru kawasan Golden Route Ijen. Wisatawan akan memiliki banyak alternatif saat staycation di kawasan kaki Ijen,” ujar Bupati Ipuk.
Pasar Jadoel secara strategis memperkuat branding Ijen Golden Route, sebuah rute yang menghubungkan berbagai hidden gem (permata tersembunyi) di sekitar kaki Gunung Ijen, mulai dari wisata alam, kuliner, kafe instagramable, hingga penginapan yang unik.
“Pasar kuliner ini akan memperkaya destinasi di kawasan Ijen. Silakan mengunjungi Ijen Golden Route,” ajak Ipuk.
Secara operasional, pasar ini menampilkan sekitar 40 pedagang kuliner warga setempat yang menyajikan keaslian rasa Banyuwangi. Pengunjung dapat menikmati beragam sajian khas, seperti ayam kampung bumbu kukus, kopat lodoh, semanggi, geseng, kare kikil, serta kudapan tradisional seperti kue lopis, lanun, aneka ketan, dan kue kucur.
Yang membedakan Pasar Jadoel dengan bazar kuliner biasa adalah integrasinya dengan seni pertunjukan. Sambil menikmati hidangan, pengunjung akan dihibur oleh berbagai pertunjukan seni tradisional khas Banyuwangi, seperti Kuntulan, Tari Gandrung, kesenian Barong, dan Gagak Lodro.
Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menekankan bahwa destinasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan, tetapi juga menjadi wahana pelestarian budaya. “Penjualnya adalah warga sini. Jadi kita jamin rasanya otentik Banyuwangi. Kecamatan kami menjadi salah satu wilayah tinggal warga Suku Osing yang sarat dengan kearifan lokal seni dan budaya. Potensi inilah yang turut kami angkat di Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jadoel,” pungkas Donny.
Kehadiran Pasar Jadoel dinilai sebagai terobosan yang tepat dalam memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di kawasan Ijen. Dengan menawarkan pengalaman malam yang berisi kuliner otentik dan hiburan budaya, destinasi ini tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang hidup bagi warisan kuliner dan seni Banyuwangi yang berkelanjutan. (Asr)
Radio Bintang Tenggara Informasi Dan Solusi