Dari Lahan Tidur Menuju Destinasi Unggulan: Banyu Kuwung Bukti Kekuatan Gotong Royong Desa
Dari Lahan Tidur Menuju Destinasi Unggulan: Banyu Kuwung Bukti Kekuatan Gotong Royong Desa

Dari Lahan Tidur Menuju Destinasi Unggulan: Banyu Kuwung Bukti Kekuatan Gotong Royong Desa

BINTANGTENGGARA – Sebuah kolaborasi antara komunitas dan pemilik lahan telah melahirkan destinasi wisata alam baru di lereng Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi. Banyu Kuwung, yang terletak di Dusun Panggang, Desa Licin, bukan hanya sekadar kolam renang alami, melainkan simbol keswadayaan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi desa.

Bermula dari lahan kurang produktif yang hanya ditanami selada air dengan hasil minimal, kawasan itu kini bertransformasi menjadi oasis hijau yang menawarkan keteduhan dan kesegaran mata air pegunungan. Ide pengembangan datang dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, yang kemudian disambut positif oleh pemilik lahan.

“Alhamdulillah, pemilik lahan tidak hanya setuju, tetapi bahkan menghibahkan lahannya untuk dikelola Pokdarwis. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga,” ujar Heriyanto, Ketua Pokdarwis Banyu Kuwung, Senin (8/12).

Pembangunan yang dimulai sejak 2020 akhirnya berbuah manis dengan peresmian pada 2022. Antusiasme masyarakat luar biasa. Pada puncaknya, destinasi ini pernah dikunjungi hingga 1.200 orang dalam satu akhir pekan. Geliat ekonomi pun terasa dengan mengalirnya manfaat bagi warung makan, penyewaan perlengkapan, dan usaha mikro lainnya di sekitar lokasi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kunjungan kerjanya, mengapresiasi inisiatif masyarakat ini. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan. “Desa ini dikaruniai sumber mata air melimpah. Mari kita kelola dengan baik untuk kesejahteraan bersama dan kita jaga untuk generasi mendatang,” pesan Ipuk.

Selain berenang di kolam dengan kedalaman bervariasi, pengunjung dapat menikmati fasilitas pendukung seperti gazebo, area camping ground, musala, toilet, dan parkir yang memadai. Dengan tiket masuk terjangkau, Rp5.000 per orang, Banyu Kuwung menawarkan alternatif wisata keluarga yang natural.

Destinasi ini beroperasi setiap hari kecuali Jumat untuk perawatan. Pada hari biasa buka pukul 08.00-16.00 WIB, dan weekend dimulai pukul 07.00 WIB. Keberhasilan Banyu Kuwung menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui gotong royong. (Asr)

About Bintang Tenggara

Check Also

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

BINTANGTENGGARA – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *