BINTANGTENGGARA – Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, menginisiasi sebuah model penguatan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis komunitas melalui peternakan ayam petelur. Yang membedakan, usaha produktif ini dikelola secara kolaboratif antara Pemerintah Desa (Pemdes) dan Tim Penggerak PKK setempat, hasil produksinya dibagikan secara rutin kepada warga kurang mampu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas terobosan tersebut. “Kami sangat apresiasi peternakan ayam petelur yang dikelola Pemdes Pakel bersama PKK. Ini bisa meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan desa,” kata Ipuk, Kamis (11/12/2025).
Menurut Bupati Ipuk, kehadiran peternakan ini memiliki multifungsi. Secara ekonomi, menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) dan menciptakan lapangan kerja bagi warga yang terlibat dalam pengelolaan. Dari sisi ketahanan pangan, produksi telur segar setiap hari mengurangi ketergantungan pasokan dari luar sekaligus menjamin ketersediaan protein hewani berkualitas dengan harga terjangkau bagi warga.
“Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penguatan produksi pangan lokal. Semoga semakin banyak desa mengembangkan inisiatif serupa,” tambah Ipuk.
Kepala Desa Pakel, Mulyadi, memaparkan operasional peternakan yang melibatkan warga tersebut. Saat ini, terdapat 430 ekor ayam petelur yang mampu memproduksi 18 hingga 20 kilogram telur per hari atau sekitar 500 kilogram per bulan. Hasil produksi dijual kepada masyarakat dengan harga Rp25.000–Rp26.000 per kilogram.
“Keuntungan dari penjualan masuk ke kas desa untuk mendukung pelayanan dan pembangunan,” jelas Mulyadi. Namun, yang lebih utama adalah program berbaginya. “Setiap dua pekan sekali, produksi telur kami bagikan gratis kepada warga kurang mampu dan keluarga dengan risiko stunting,” ungkapnya.
Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menjelaskan bahwa modal awal pembangunan peternakan bersumber dari alokasi Dana Desa untuk program ketahanan pangan, yang menurut peraturan minimal dialokasikan 20 persen.
“Di Desa Pakel, dana itu dimanfaatkan untuk peternakan ayam petelur. Setiap desa di Licin mengembangkan program sesuai potensinya, seperti peternakan kambing atau perkebunan hidroponik,” terang Donny.
Model pemberdayaan di Desa Pakel ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial melalui distribusi hasil produksi kepada kelompok yang paling membutuhkan. (Asr)