BINTANGTENGGARA – Aparat Polsek Wongsorejo, Polresta Banyuwangi, bergerak cepat menyikapi aksi dugaan pemalakan yang dialami rombongan wisatawan asal Surabaya di area parkir destinasi wisata Bangsring Underwater Banyuwangi, Banyuwangi.
Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan langsung memerintahkan anggotanya untuk berkoordinasi dengan Kades Bangsring, Sutoyo agar menghadirkan dua orang yang diduga telah melakukan pemalakan wisatawan asal Surabaya dengan dalih jasa pengawalan bus.
Dua terduga pelaku yakni Bushara (56) dan Joddy Soebiyanto (61), akhirnya didatangkan ke Polsek Wongsorejo untuk dimintai keterangan ikhwan dugaan pemalakan pada Sabtu, 13 Desember 2025 itu. Tak hanya itu, Unit Reskrim Polsek Wongsorejo juga memintai keterangan para saksi soal tindakan yang mengarah ke premanisme yang dilakukan dua terduga pelaku.
“Dua terduga pelaku sudah dihadirkan ke Mapolsek Wongsorejo dan telah kita mintai keterangan mengenai aksinya yang jadi sorotan media,” terang AKP Eko Darmawan, Minggu, 14 Desember 2025.
Usai menjalani pemeriksaan, kedua terduga pelaku pemalakan wisatawan asal Surabaya kemudian membuat video permohonan maaf atas tindakan yang telah dilakukan di area wisata Bangsring Underwater Banyuwangi.
“Kedua pelaku juga membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dengan disaksikan Kepala Desa Bangsring, Sutoyo,” imbuh Kapolsek Wongsorejo.
Perwira polisi yang pernah menjabat Kapolsek Songgon ini menegaskan, sebagai sanksi atas tindakan yang telah dilakukannya itu, Bushara dan Joddy Soebiyanto juga dikenakan wajib lapor sebagai pembinaan.
“Menerapkan wajib lapor terhadap dua pelaku karena sampai saat ini belum ada korban yang melaporkan secara resmi dugaan pemalakan atau pemerasan tersebut ke Polsek Wongsorejo,” paparnya.
Diakui oleh Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan jika penyelidikan dengan cepat dilakukan usai peristiwa itu viral dan menjadi sorotan media. Mengingat peristiwa serupa juga pernah terjadi pada tahun 2022 silam, ketika dirinya belum menjabat Kapolsek Wongsorejo.
Agar peristiwa pemalakan wisatawan asal Surabaya tidak terulang, polisi telah melakukan berkoordinasi dengan Camat wongsorejo serta Kades Bangsring plus pengelola destinasi wisata untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
“Pengelola destinasi wisata dan tokoh masyarakat sudah kami arahkan agar peristiwa pemalakan dengan modus jasa pengawalan bus pariwisata terjadi lagi,” ulas perwira pertama Polri.
Kapolsek Wongsorejo bahkan memerintahkan kepada Regu patroli untuk sering berpatroli di area destinasi wisata di wilayah Polsek Wongsorejo, terutama pada hari libur dan jam rawan guna antisipasi kriminalitas.(**)