Asn Berbagi di Banyuwangi: Turunkan Angka Kemiskinan, Tumbuhkan Empati Aparatur
Asn Berbagi di Banyuwangi: Turunkan Angka Kemiskinan, Tumbuhkan Empati Aparatur

Asn Berbagi di Banyuwangi: Turunkan Angka Kemiskinan, Tumbuhkan Empati Aparatur

BINTANGTENGGARA –  Program “Banyuwangi Berbagi” yang digagas Bupati Ipuk Fiestiandani membuktikan dampak ganda: tak hanya meringankan beban warga kurang mampu, tetapi juga menumbuhkan kebahagiaan dan empati di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) pelaksananya.

Program gotong royong penanganan kemiskinan ini berkontribusi pada capaian historis angka kemiskinan Banyuwangi yang turun ke level 6,13 persen pada 2025, terendah sepanjang sejarah kabupaten.

Setiap bulan, ribuan ASN, termasuk PPPK penuh waktu, terjun door to door mendistribusikan minimal 20.000 paket sembako kepada warga penerima manfaat. Data sasaran didasarkan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pemerintah pusat (desil 1) yang terintegrasi dalam aplikasi Smart Kampung.

“Ketika saya membantu masyarakat secara langsung, ada kebahagiaan luar biasa di hati. Ada kepuasan batin. Masyarakat bahagia, saya juga ikut bahagia,” tutur Sekretaris Kelurahan Sobo, Ayu Widuri.

Perasaan serupa diungkapkan ASN lainnya. Mursidi, ASN di Kelurahan Sobo, merasakan ketenangan batin setelah turun membagikan bantuan.

“Setelah memberi bantuan, perasaan saya jadi lebih tenang,” ujarnya. Sementara Ratna Juwita menyebut program ini sebagai pengingat dan penumbuh empati. “Ini implementasi filosofi ‘lihat ke bawah’ sebagai bentuk syukur. Mengingatkan kita bahwa masih banyak keluarga tidak mampu di sekitar kita,” katanya.

Bupati Ipuk Fiestiandani meyakini nilai kebajikan program ini melampaui aspek materi. “Saya percaya ketika kita membantu orang lain, rezeki tidak akan berkurang. Insyaallah justru bertambah, baik berupa kesehatan, ketenangan, maupun rezeki lain yang tidak bisa diukur dengan materi,” tegasnya.

Sejak bergulir dua tahun lalu, “Banyuwangi Berbagi” telah meluas melibatkan beragam pemangku kepentingan. Tak hanya ASN, program ini didukung kepolisian, TNI, BUMN/BUMD, pengusaha, serta organisasi profesi seperti IDI, IAI, IBI, HIPMI, dan Kadin.

Partisipasi luas ini beriringan dengan tren penurunan angka kemiskinan Banyuwangi yang konsisten: 8,07% (2021), 7,51% (2022), 7,34% (2023), 6,8% (2024), dan mencapai 6,13% di 2025.

Program ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan humanis memberikan kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan, sekaligus memperkuat kohesi sosial antara pemerintah dan masyarakat. (Asr)

About Bintang Tenggara

Check Also

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

BINTANGTENGGARA – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *