Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Tingkat Jatim, Kado Istimewa Jelang Harjaba ke-254
Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Tingkat Jatim, Kado Istimewa Jelang Harjaba ke-254

Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Tingkat Jatim, Kado Istimewa Jelang Harjaba ke-254

BINTANGTENGGARA – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam berinovasi dengan meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur. Dua program unggulan, Jagoan Tani dan I-Care, berhasil masuk dalam jajaran inovasi terbaik dan menjadi kado istimewa jelang peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dalam acara puncak di Surabaya, Jumat (12/12/2025). Jagoan Tani menyabet predikat prestisius sebagai  Top 9 Outstanding Public Service Innovations 2025, sementara I-Care meraih posisi *Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

“Kami bersyukur inovasi Banyuwangi terus mendapatkan apresiasi. Prestasi ini menjadi kado indah bagi masyarakat jelang peringatan Harjaba ke-254. Ini semakin memotivasi kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima,” ujar Wabup Mujiono.

Ia menambahkan, capaian ini melengkapi prestasi Banyuwangi yang baru saja kembali ditetapkan sebagai Daerah Terinovatif se-Indonesia untuk kedelapan kalinya oleh Kementerian Dalam Negeri.

Inovasi Jagoan Tani merupakan program inkubasi bagi anak muda yang memiliki passion di sektor pertanian. Program tahunan ini diikuti ratusan pemuda yang telah memiliki rintisan usaha. Mereka mendapatkan pendampingan dari mentor berpengalaman, koneksi ke perbankan dan jaringan usaha, serta fasilitasi stimulus modal.

“Alhamdulillah, dari Jagoan Tani telah lahir sekitar 4.000 wirausaha muda di sektor agribisnis. Mereka menjalankan usaha pertanian dengan pendekatan yang lebih modern,” jelas Mujiono.

Sementara itu, I-Care adalah inovasi layanan rujukan cepat pasien stroke yang diinisiasi RSUD Blambangan. Layanan yang terintegrasi dalam aplikasi Smart Kampung  ini bertujuan mempercepat penanganan pasien dalam golden period  (di bawah 4,5 jam sejak serangan) untuk mengurangi risiko cacat permanen dan kematian.

Berkat I-Care, pada 2024 terjadi peningkatan signifikan pasien yang tertangani dalam waktu emas. Angka kefatalan stroke turun drastis menjadi 16,18% dari sebelumnya 82%. Sebanyak 83,82% pasien dapat kembali produktif.

Inovasi I-Care bahkan telah menjadi percontohan nasional dan lima kali meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (2021-2025).

Kedua penghargaan ini semakin mengukuhkan reputasi Banyuwangi sebagai kabupaten yang konsisten melahirkan terobosan pelayanan publik yang tepat guna dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakatnya. (Asr)

About Bintang Tenggara

Check Also

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

BINTANGTENGGARA – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *