Jaga Tradisi, Lanjutkan Estafet: Bupati Ipuk Ziarah ke Makam Pendahulu di Hari Jadi Banyuwangi ke-254
Jaga Tradisi, Lanjutkan Estafet: Bupati Ipuk Ziarah ke Makam Pendahulu di Hari Jadi Banyuwangi ke-254

Jaga Tradisi, Lanjutkan Estafet: Bupati Ipuk Ziarah ke Makam Pendahulu di Hari Jadi Banyuwangi ke-254

BINTANGTENGGARA – Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjaba) Banyuwangi ke-254, Bupati Ipuk Fiestiandani melakukan ziarah ke kompleks makam para Bupati Banyuwangi terdahulu di Kelurahan Kepatihan, Senin (18/12). Tradisi tahunan ini dimaknai sebagai wujud penghormatan dan pengingat akan jasa para pendahulu yang meletakkan fondasi pembangunan kabupaten paling timur di Pulau Jawa tersebut.

Kegiatan ziarah berlangsung usai upacara peringatan Harjaba di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Ipuk didampingi sejumlah pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) serta jajaran Pemkab. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Mujiono, Sekda Guntur Priambodo, Dandim 0825 Letkol Arm. Triyadi Indrawijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kajari Agustinus Octovianus Mangotan, Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, serta Kepala Kantor SAR I Made Oka Astawa.

Di kompleks permakaman yang letaknya tak jauh dari Pendopo Sabha Swagata Blambangan itu, beristirahat sejumlah mantan bupati, di antaranya Kanjeng R.T. Wiroguno II (Bupati ke-2, masa jabatan 1782-1818), Kanjeng R.T. Suronegoro (Bupati ke-3, 1818-1832), Kanjeng Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat (Bupati ke-4, 1832-1867), hingga Ir. H. Samsul Hadi (Bupati ke-25, 2000-2005).

Bupati Ipuk menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar rutinitas seremonial. “Ziarah ini bukan hanya meneruskan tradisi, tapi bentuk penghormatan kepada para bupati terdahulu, dan pengingat bagi kita semua bahwa Banyuwangi berdiri kokoh juga berkat perjuangan dan pengabdian para pendahulu,” ujar Ipuk usai melakukan ziarah.

Ia menambahkan, kemajuan yang dicapai Banyuwangi saat ini merupakan buah dari fondasi yang dibangun oleh generasi sebelumnya. “Kita jadikan semangat perjuangan, pengabdian, dan ketulusan mereka sebagai teladan menjadikan Banyuwangi semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Ritual ziarah ditandai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan tokoh agama, dilanjutkan dengan penaburan bunga di atas setiap pusara sebagai simbol penghormatan dan doa.

Sebelumnya, peringatan Harjaba ke-254 diawali dengan upacara yang diikuti seluruh insan pemerintahan dan masyarakat. Untuk mempererat kebersamaan, usai upacara diselenggarakan makan nasi bungkus bersama yang diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari driver ojek online (ojol), penyapu jalan (pesapon), juru parkir, hingga warga umum. Kegiatan ini merefleksikan semangat kesetaraan dan kebersamaan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas Banyuwangi.

Peringatan Harjaba tahun ini mengusung semangat melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan, dengan tetap menghormati nilai-nilai sejarah dan tradisi yang telah diwariskan. (*)

About Bintang Tenggara

Check Also

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

BINTANGTENGGARA – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *