BINTANGTENGGARA – Beredar sebuah surat edaran yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, berisi permintaan sumbangan pendidikan sebesar Rp2 juta untuk anak tidak sekolah (ATS).
Surat bertanggal 9 Maret 2026 dengan nomor 460/350/429.021/2026 itu ditujukan kepada pimpinan lembaga CSR dan lembaga pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, serta mengajak berpartisipasi dalam program bantuan.
Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo, menegaskan bahwa surat tersebut adalah palsu. “Surat itu palsu, kami tidak pernah mengeluarkan surat tersebut, terlebih terkait permohonan kolaborasi bantuan ATS,” ujar Guntur saat dihubungi Radio Bintang Tenggara, Jumat (13/3/2026).
Guntur menjelaskan, meski tanda tangan dalam surat tersebut terlihat asli, isi surat sama sekali tidak pernah dikeluarkan oleh pihaknya. Hingga kini, belum ada langkah hukum yang ditempuh. Namun, ia menyebut koordinasi dengan bagian hukum tetap dilakukan, dan jika diperlukan maka kasus ini akan dilaporkan kepada pihak berwenang.
Lebih lanjut, Guntur mengimbau masyarakat agar berhati-hati menyikapi setiap surat edaran yang beredar. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi ulang terhadap surat yang mencurigakan, agar tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.
“Kedepan, masyarakat perlu lebih waspada dan memastikan kebenaran setiap surat yang diterima,” pungkasnya. (Asr)