BINTANGTENGGARA – Sebanyak 82 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya resmi diterjunkan mengikuti Praktik Kerja Komunitas (PKK) di Banyuwangi. Mereka disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.
Para mahasiswa semester enam Program Studi Sanitasi Diploma Tiga Jurusan Kesehatan Lingkungan tersebut akan bertugas selama 20 hari ke depan, mulai 6 hingga 25 April 2026. Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, beserta jajaran.
Bupati Ipuk mengungkapkan apresiasi dan harapannya atas kehadiran para mahasiswa di tengah masyarakat Banyuwangi.
“Terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes yang sudah berkenan melakukan kegiatan PKK di sini. Kami berharap kehadiran mahasiswa ini dapat berkontribusi dalam membantu mengatasi sebagian dari berbagai persoalan kesehatan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Orang nomor satu di Banyuwangi itu mengingatkan bahwa praktik lapangan memiliki tantangan yang berbeda dengan teori di bangku kuliah. Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus kemampuan merumuskan solusi yang tepat.
“Praktik lapangan berbeda dengan teori. Ini kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sekaligus kemampuan dalam merumuskan solusi yang tepat,” tegasnya.
Ipuk menambahkan, keahlian di bidang sanitasi yang ditekuni para mahasiswa sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat 6,78 persen rumah tangga yang belum memiliki akses air minum layak. Sementara itu, akses sanitasi yang tergolong aman baru mencapai 10,30 persen.
Bahkan di tingkat Provinsi Jawa Timur, angka kepemilikan akses sanitasi layak masih di bawah 90 persen.
“Ini menjadi tantangan bersama. Kami berharap mahasiswa dapat membantu meningkatkan capaian sanitasi, air bersih, dan kesehatan lingkungan terutama di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKK tahun ini dipusatkan di dua kecamatan dengan tiga puskesmas sebagai lokasi kegiatan. Ketiga puskesmas tersebut adalah Puskesmas Wonosobo dan Puskesmas Srono di Kecamatan Srono, serta Puskesmas Tembokrejo di Kecamatan Muncar.
“Tahun ini kami kirim 82 mahasiswa D3. Insyaallah tahun depan akan kita tambah dengan sarjana terapan sekitar 170 mahasiswa, dan kemungkinan diperluas ke beberapa kecamatan. Sehingga manfaatnya lebih besar untuk masyarakat Banyuwangi,” kata Luthfi.
Tak hanya itu, pihaknya juga membuka peluang untuk membuka program studi di Banyuwangi. Rencana ini dinilai akan memudahkan akses pendidikan bagi masyarakat setempat yang ingin mengenyam pendidikan di bidang kesehatan.
“Kami melihat potensi untuk membuka prodi di Banyuwangi agar masyarakat yang berminat kuliah di kampus kami tidak harus jauh-jauh ke Surabaya,” pungkasnya. (Asr)