Puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo, menolak kebijakan lima hari sekolah dan menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Situbondo. (Foto. Repro)

Tak Terima Aturan Permen Nomor 23, Ratusan Masa PMII Gruduk Kantor DPRD Situbondo

Radiobintangtenggara.com, SITUBONDO – Penolakan terhadap kebijakan Full Day School (FDS) terus meluas. Puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo, menolak kebijakan lima hari sekolah tersebut. Senin, (14/08).

Para mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan penolakannya. Mereka bergerak dari jalan Basuki Rahmad ke Kantor Dinas Pendidikan di Jalan Madura.

Setelah puas berorasi aktifis PMII selanjutnya menggelar orasi di alun-alun kota seluruh demonstrans tersebut mengakhiri aksinya di Kantor DPRD Situbondo.

Ketua Komisariat PMII Rayon Situbondo, Muhammad Hasan mengatakan, PMII secara tegas menolak Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017, yang mengatur tentang Full Day School.

“Salah satu isinya pendidikan berlangsung delapan jam dan lima hari masuk sekolah,” katanya.

Menurut Hasan, pemberlakuan FDS akan mengancam keberadaan madrasah diniyah di pesantren. Padahal banyak madrasah diniyah masuk mulai jam 2 hingga pukul 5 sore.

Oleh karena itu, Hasan meminta DPRD proaktif menyoarakan penolakan system  FDS, untuk melindungi banyaknya madrasah diniyah di Situbondo.

“Hal ini demi berlangsungnya apa yang sudah menjadi adat di masyarakat sini,” ujarnya.

Zaini Zain

About Fareh Hariyanto

Check Also

Usaha Lontong di Desa Karangsari, Potret Sentra Produksi Padat Karya dari Warga Banyuwangi

Di Dusun Karanganyar, yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu Tercatat 28 industri lontong rumahan yang memasok seluruh Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *