Suasana puncak Gunung Agung di Karang Asem Bali yang sempat dinaikan statusny ke level Waspada. (Foto. Yulius Martoni)

Gunung Agung Waspada, Pendaki dan Wisatawan Dilarang Mendaki

Radiobintangtenggara.com, BALI – Petugas pemantau Gunung Agung terus memantau kegempaan Gunung Agung sejak ditetapkan status waspada sejak 14 September kemarin.

Pada Sabtu, (16/09) dari pukul 00.00 WITA hingga 12.00 WITA petugas pemantau Gunung Agung mencatat sebanyak dua kali gempa vulkanik dangkal dan 14 kali gempa vulkanik dalam.

Kepala Pos Pantau Gunung Agung, Dewa Mertayasa mengatakan gempa vulkanik itu dengan durasi dari 10 – 38 detik.

“Sampai sekarang baik terus dan diikuti rekahan di atas itu sudah ada hembusan asap di atas kawah, asap juga terlihat dari pos pemantauan dengan ketinggian 50 – 150 meter,” ujarnya.

Baca Juga. PVMBG Tetapkan Gunung Agung di Karang Asem, Berstatus Waspada

Sedangkan dari pengamatan visual gunung terlihat jelas hingga berkabut dan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak.

Ia meminta masyarakat disekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung dan wisatawan tidak beraktivitas, baik melakukan pendakian dan berkemah di  area kawah Gunung Agung  dan di seluruh area hingga radius tiga kilometer.

“Kami mencatat kenaikan aktivitas sejak Agustus lalu hingga pekan ini ditetapkan status waspada,” katanya.

Gunung Agung terakhir erupsi pada Januari 1963 yang menewaskan 1.100 orang dan merusak desa-desa sekitar Gunung Agung.

YULIUS MARTONI

 

About Fareh Hariyanto

Check Also

Usaha Lontong di Desa Karangsari, Potret Sentra Produksi Padat Karya dari Warga Banyuwangi

Di Dusun Karanganyar, yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu Tercatat 28 industri lontong rumahan yang memasok seluruh Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *