Disperta Banyuwangi di Wisata Taman Suruh. (Foto. Istimewa)
Disperta Banyuwangi di Wisata Taman Suruh. (Foto. Istimewa)

Sesion 2 Expo Seribu Bunga Kembali Dibuka


Radiobintangtenggara.com, GLAGAH –
Setelah jeda libur rutinuntuk melakukan perawatan Area destinasi AWT guna melakukan Penyemprotan Disinfektan pada beberapa titik fasilitas umum kunjungan wisatawan untuk menekan dan menghilagkn Firus Covid 19. Expo seribu Bunga di Agro Wisata Tamansuruh ( AWT ) Glagah Banyuwangi, Dibuka Kembali hingga 27 sepekan kedepan (minggu 27 /09/,20)

“Hari ini kami buka sesion 2 Expo seribu bunga sampai sepekan kedepan setelah kemarin hari senin libur rutin guna penyemprotan disinfecktan untuk mencegah virus corana,agar AWT tetap menjadi Rujukan Wisata sehat dan aman ” Ungkap Hari Pongky A. Disperta Banyuwangi

Menurut Pongky Sesion 2 sepekan kedepan tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan system Buka tutup diwaktu waktu tertentu untuk menghindari kerumanan ( berjubelnya) Pengunjung expo ataupun wisatawan bila dibutuhkan. System buka tutup bila kuota penuh tetap dijalankan untuk sosial distancing,wajib masker,jaga jarak dan cuci tangan pada tempat yang telah kami sediakan.

Selain penerapan SOP Prokes yang semakin di perketat sisi lain panitia Expo bunga Khoirul dari PETARA Banyuwangi yang dalam hal ini sebagai pelaku utama kegiatan Expo hunga,Memberikan Discount khusus harga bunga Mulai 22 – 24 September Dengan fariasi discount 20 % all fariant bunga yang di pamer di bazar expo itu.


“Pengunjung bisa memanfaatkan moment discount mulai hari ini selama tanggal 22 – 24 seotember, Satu lagi ticket masuk bisa ditaruh di kotak undian dan akan kami undi di tanggal 27 yang kami beti hadiah doirotuce bunga monstera dan aglonema senilai jutaan rupiah ” kata Khoirul.


Muhammad Handoyo

About Fareh Hariyanto

Check Also

Kakak Adik Terpisah Sejak Tahun1971, Dipertemukan Oleh Pendengar RBT di Malangsari Banyuwangi

Sudah sekian kali Radio Bintang Tenggara melalui Pendengarnya bisa mempertemukan orang orang yang kesulitan mencari sanak saudaranya yang terpisah bertahun tahun. Seperti yang dialami pak Sutrisno warga Pontianak yang mencari saudara kandungnya bernama Lilik Koriyati terpisah sejak 1971.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *