Inflasi Banyuwangi Maret 2026 Lebih Rendah dari Jatim dan Nasional, Bupati Ipuk: Ini Berkat Kolaborasi

BINTANGTENGGARA – Laju inflasi di Kabupaten Banyuwangi selama Maret 2026 tetap terkendali meskipun bertepatan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, periode yang biasanya mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas. Bahkan, inflasi Banyuwangi tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur dan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Banyuwangi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,37 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,38 persen dan inflasi nasional sebesar 0,94 persen pada periode yang sama.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama semua pihak. Menurutnya, stabilitas harga selama Ramadan dan Idulfitri dapat terjaga berkat kolaborasi yang solid antara Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, TNI, Polri, Pemkab Banyuwangi, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Ini berkat kerja sama kolaboratif banyak pihak yang bekerja keras menjaga stabilitas harga, sehingga inflasi Banyuwangi tetap terjaga,” kata Ipuk.

Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, menjelaskan bahwa selama Ramadan dan menjelang Idulfitri memang terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas bahan pokok, serta peningkatan permintaan bahan bakar gas yang turut mendorong kenaikan harga.

“Meski sempat terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, Banyuwangi tetap bisa mengendalikan laju inflasinya selama bulan Maret,” ujar Salam.

Salam merinci, pada Maret 2026 inflasi didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, antara lain daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging sapi. Peningkatan harga tersebut dipicu oleh naiknya permintaan masyarakat seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi selama Ramadan.

Ia menambahkan, permintaan LPG yang sangat tinggi hingga akhir Maret 2026 turut menyebabkan kenaikan harga LPG di berbagai wilayah, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta terbatasnya pasokan di pasaran.

“Situasi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga turut mempengaruhi inflasi daerah hingga nasional. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar non-subsidi akibat perang di Timur Tengah,” urainya.

Meskipun demikian, inflasi Banyuwangi tetap terkendali berkat upaya aktif pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait dalam menjaga stabilitas harga. Sejumlah langkah konkret yang dilakukan antara lain pembentukan satgas pangan yang melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan untuk menjaga ketersediaan stok dan memastikan harga bahan pokok tetap stabil.

Selain itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi menyelenggarakan operasi pasar sembako murah di berbagai kecamatan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Pemkab Banyuwangi juga menggelar operasi pasar khusus LPG 3 kg di sejumlah titik untuk mengatasi kelangkaan dan memastikan masyarakat mendapatkan gas dengan harga sesuai ketentuan,” papar Salam. (Asr)

About Bintang Tenggara

Check Also

PNM Hadirkan Program Ayam Petelur bagi Warga Banyuwangi Perkuat Ketahanan Pangan

BINTANGTENGGARA – Di Dusun Sumberbulu Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, kini tak lagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *