Foto : Bupati Anas sedang memberikan uraian kepada 28 Peserta Diklatpim III Kementerian PUPR. Selasa (5/4/2016)

Kementerian PUPR Lakukan Benchmark ke Banyuwangi

Banyuwangi – Tersohornya Kabupaten berjuluk The Sunrise Of Java dikancah nasional maupun international, membuat Kabupaten yang satu ini terus menjadi daerah percontohan best practices daerah lain di Indonesia. Kali ini Banyuwangi didatangi peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepimpinan (Diklatpim) III Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk melakukan benchmarking perihal pengendalian tata ruang. Benchmarking merupakan proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan organisasi terhadap proses operasi terbaik di kelasnya.

Yayak Rukiana, Kepala Balai Diklat Kementerian PUPR wilayah III mengatakan, dipilihnya Banyuwangi menjadi salah satu daerah tujuan obyek penelitian, lantaran Kabupaten yang dulu bernama Blambangan ini mempunyai segudang prestasi, terutama di bidang kepekerjaan umum. “Kami ingin belajar perencanaan pembangunan, pengendalian tata ruang dan pengembangan sektor eko wisata di Kabupaten Banyuwangi, karena kami nilai daerah semakin maju,” ujar Yayak.

Menurut Yayak, keberhasilan Banyuwangi sebagai kabupaten dengan pengendalian ruang terbaik se-Indonesia tahun 2014 lalu memicu pihaknya untuk belajar lebih ke Banyuwangi. Sebab, daerah ini mampu mengakomodasi kearifan lokal. Dimana desain hotel baru harus menonjolkan ornamen khas Suku Osing Banyuwangi. Sedangkan terkait pengendalian, Banyuwangi  mampu membuat terobosan dengan penindakan yang tegas dan terorganisasi. Salah satu contohnya adalah kebijakan pembangunan gedung harus mundur 10 meter dari bahu jalan.

Selain itu, diawal tahun 2016 ini juga menjadi kado yang Istimewa bagi Banyuwangi. Sebab, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi  tahun 2015 ditasbihkan sebagai yang terbaik se-Jawa Timur (Jatim) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PAN-RB) RI. Ini karena komitmen pimpinan daerah yang sangat tinggi dan konsisten terhadap dokumen perencanaan sampai pertanggungjawaban pembangunan.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah dicapai Banyuwangi. Pada perencanaan pembangunan daerah, Banyuwangi berhasil meraih Anugerah Pangripta Nusantara dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Anugerah ini diberikan karena perencanaan pembangunan Banyuwangi dinilai baik dan sukses meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Reporter : Rizki Restiawan

About Rima Indah

Check Also

Usaha Lontong di Desa Karangsari, Potret Sentra Produksi Padat Karya dari Warga Banyuwangi

Di Dusun Karanganyar, yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu Tercatat 28 industri lontong rumahan yang memasok seluruh Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *