Gubernur Khofifah Buka Ajang Talenta Prestasi Murid Jatim 2026: Lahirkan Talenta Unggul Berkelas Dunia

BINTANGTENGGARA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan resmi menggelar Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026. Acara yang berlangsung di Airlangga Convention Center, Surabaya yang dibuka langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Sebanyak 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan – mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) – ambil bagian dalam ajang yang mencakup lima bidang utama: olahraga, seni, sains, inovasi, dan vokasi. Tidak hanya sebagai kompetisi, kegiatan ini juga difungsikan sebagai wadah penghimpunan talenta unggul daerah.

Gubernur Khofifah menegaskan harapannya agar ajang ini mampu mencetak bibit-bibit unggul yang dapat bersaing hingga kancah nasional dan internasional.

“Kami ingin talenta anak-anak Jatim tidak berhenti di level provinsi, tetapi terus melesat ke tingkat nasional bahkan global. Ajang ini adalah panggung awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim itu juga mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang turut diluncurkan dalam rangkaian acara yang sama. Di tengah gelaran ajang talenta, Pemprov Jatim juga meluncurkan program bantuan rumah bagi tenaga pendidik. Langkah ini dinilai sebagai bentuk apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru.

Selain itu, berbagai bantuan pendidikan disalurkan, antara lain kepada tenaga pendidik, 40 murid berprestasi jenjang SMA/SMK Negeri, SLB, dan Madrasah. Bantuan perbaikan sekolah rusak juga diberikan kepada SMKN 1 Ampel Gading, Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan prestasi siswa. Ia menyampaikan pesan Gubernur agar capaian para murid tidak terputus, sehingga ajang ini menjadi wadah penghimpun sekaligus apresiasi prestasi.

“Insyaallah, tahun ini kami menargetkan tujuh ajang prestasi nasional dapat diraih semuanya oleh Jawa Timur,” tegas Aries penuh optimisme.

Terkait kesiapan SPMB 2026, Dinas Pendidikan mencatat jumlah lulusan SMP/sederajat di Jatim mencapai 618.479 siswa. Sementara daya tampung sekolah negeri hanya sekitar 244.621 kursi, yang terdiri dari 121.538 kursi di SMA dan 123.083 kursi di SMK. Kondisi ini menyebabkan tidak semua lulusan dapat tertampung di sekolah negeri. Untuk mengatasinya, Pemprov mendorong partisipasi sekolah swasta serta dukungan berbagai pihak, termasuk pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Aries menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, sekitar 60,45 persen siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri berhasil melanjutkan pendidikan melalui skema tersebut.

“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat memahami mekanisme SPMB. Tahun ini, sosialisasi dilakukan di lima wilayah sebagai upaya memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen talenta murid yang dijalankan Pemprov Jatim. Menurutnya, program ini terbukti mampu melahirkan perwakilan daerah yang tangguh dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi. Namun, Maria mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan bakat sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah.

“Manajemen talenta murid ini apabila tidak didukung penuh oleh daerah, maka tentu saja akan hanya menjadi suatu kebijakan di atas kertas,” pungkasnya. (Asr)

About Bintang Tenggara

Check Also

PNM Hadirkan Program Ayam Petelur bagi Warga Banyuwangi Perkuat Ketahanan Pangan

BINTANGTENGGARA – Di Dusun Sumberbulu Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, kini tak lagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *