BINTANGTENGGARA – Dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi tengah diselimuti rasa bangga. Berdasarkan pengumuman resmi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026, sejumlah SMA dan SMK di Bumi Blambangan berhasil mencatatkan prestasi prestisius dengan meloloskan siswa terbanyak ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur.
Prestasi ini menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu kontributor terbesar bagi Jawa Timur, provinsi yang selama ini dikenal dengan jumlah kelulusan SNBP tertinggi secara nasional.
Berdasarkan data capaian tahun ini, beberapa sekolah di Banyuwangi menunjukkan taringnya dengan masuk ke dalam jajaran elit sekolah paling sukses di Jawa Timur. SMKN 1 Glagah berhasil menempati urutan ke-2 terbaik di Jawa Timur untuk kategori SMK Negeri dengan total 82 siswa yang dinyatakan lolos. Sementara itu, SMAN 1 Purwoharjo menembus posisi 10 besar kategori SMA Negeri dengan total 78 siswa yang diterima di berbagai PTN favorit.
Tak kalah membanggakan, SMAS Muhammadiyah 2 Genteng menempati urutan ke-7 kategori SMA Swasta dengan jumlah 32 siswa yang lolos seleksi.
Tidak hanya sekolah negeri, sekolah swasta di Banyuwangi juga menunjukkan daya saing yang tinggi. SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi dan SMKS PGRI 1 Giri Banyuwangi masing-masing berhasil meloloskan 14 siswa melalui jalur prestasi ini. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Banyuwangi semakin merata, baik di sektor negeri maupun swasta.
Menanggapi capaian luar biasa tersebut, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Eko Budi Santoso, menyatakan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa, guru, serta kepala sekolah.
“Ini adalah hasil kerja keras kolektif. Melihat SMKN 1 Glagah berada di posisi kedua dan SMAN 1 Purwoharjo masuk 10 besar Jawa Timur adalah capaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pendampingan guru dalam mengarahkan minat dan bakat siswa ke jenjang perguruan tinggi sudah sangat efektif,” imbuh Eko Budi Santoso.
Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi siswa kelas X dan XI untuk terus berprestasi, serta menjaga tren positif pendidikan di Banyuwangi agar tetap diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional. (Asr)