BINTANGTENGGARA – Diaspora Banyuwangi yang tersebar di berbagai daerah dinilai sebagai aset strategis dalam memperluas peluang dan mempercepat pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat di Karawang, Minggu (19/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Korwil dan Pengurus Ikawangi se-Indonesia, serta sejumlah tokoh nasional asal Banyuwangi, di antaranya mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dan mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menegaskan bahwa Ikawangi dan diaspora Banyuwangi bukan hanya kebanggaan, tetapi juga kekuatan strategis pembangunan.
“Ikawangi telah menjadi gerakan orang Banyuwangi di manapun berada yang tidak hanya bangga pada asalnya, tetapi juga berkontribusi nyata untuk masa depan daerah,” ujar Ipuk.
Ipuk memaparkan capaian pembangunan Banyuwangi sepanjang 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen, lebih tinggi dari Jawa Timur maupun nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,17, dan pendapatan per kapita naik hingga Rp67,08 juta.
Meski demikian, Ipuk menekankan bahwa perjalanan pembangunan masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga fiskal daerah. Ia mengajak diaspora Banyuwangi untuk turut serta memberikan kontribusi nyata.
“Ikawangi dengan jaringannya yang semakin luas bisa menjadi kekuatan bagi daerah untuk promosi budaya dan pariwisata, penghubung investasi dan peluang ekonomi, serta ruang berbagi gagasan dan inovasi,” harap Ipuk.
Ketua Ikawangi Pusat, Mayjen TNI (Purn) H. Rusdi Maksum, menyatakan kesiapan organisasi dalam mendukung kemajuan Banyuwangi. Menurutnya, Ikawangi telah memperkuat jaringan hingga ke tingkat internasional.
“Kami siap mendukung kemajuan Banyuwangi di berbagai sektor. Di Ikawangi banyak orang yang telah sukses di berbagai bidang dan siap berkontribusi,” tegas Rusdi.
Sementara itu, tokoh Banyuwangi Arief Yahya menilai potensi daerah sangat besar jika dimaksimalkan. Ia menyebut sektor pariwisata, ekonomi biru (perikanan dan kelautan), serta pengembangan pelabuhan sebagai kunci percepatan ekonomi Banyuwangi.