Foto: Joko Suwito bersama rekannya sedang bermain angklung paglak disela acara festival sego cawuk, art week, agro expo. Sabtu (9/4/2016)

Lestarikan Angklung, Pria Ini Bermusik Tanpa Pamrih Di Festival Sego Cawuk

Banyuwangi – Ada yang unik dalam rangkaian festival yang digelar di Taman Blambangan, Sabtu (9/4) siang. Dua orang pria yang usianya terbilang tidak muda lagi ini, terlihat begitu piawai dalam memainkan alat musik khas suku osing tersebut.

Adalah Joko Suwito, 67, asal Gang Kusuma RT 01 RW 03, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi. Pria yang kerap disapa Totok ini mulai bermain angklung sejak tahun 1964 silam.

Kecintaanya kepada musik tradisional, membuat Totok tanpa pamrih bermain angklung di acara acara tertentu bahkan tanpa dibayar sekalipun. “Kadang acara sunatan, nikahan, saya kalau diundang ya datang” kata Totok sambil memegang alat pukul angklungnya.

Seperti terlihat disela acara festival sego cawuk ini. Dibantu seorang rekanya, Totok bermain angklung dengan apik, nada nada yang keluar dari bambu yang dipukulnya pun terdengar sangat merdu. Bahkan tidak sedikit para pengunjung yang ada ditempat tersebut berdecak kagum melihat penampilanya.

“Hebat banget lho mas, saya saja yang masih muda belum tentu bisa bermain sebagus itu” Kata Indra salah seorang pengunjung yang menyaksikan.

Lebih lanjut, Joko Suwito mengungkapkan datang ke festival untuk menemani saudaranya yang kebetulan mempunyai stand di tempat tersebut. “Saya hanya ikut memeriahkan mas, sekalian mengenalkan angklung kepada publik, khususnya anak muda agar mencintai musik tradisional” ujarnya.

Reporter: Rizki Restiawan

About Rima Indah

Check Also

Usaha Lontong di Desa Karangsari, Potret Sentra Produksi Padat Karya dari Warga Banyuwangi

Di Dusun Karanganyar, yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu Tercatat 28 industri lontong rumahan yang memasok seluruh Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *