Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Al-Manar Bagorejo, Kecamatan Srono, Rabu (5/7).

Tangkal Paham Radikal, Warga Nahdliyin Bagorejo Srono Gelar Pengajian Rutinan

Radiobintantengtenggara.com, SRONO – Maraknya isu radikalisme yang akhir-akhir ini membuat gaduh bangsa Indonesia, mulai membuat khawatir sejumlah pihak.

Kejadian teror diberbagai wilayah di Indonesia belakangan ini, sering kali menimbulkan spekulasi yang beragam. Bahkan bermunculan teror ini dilakukan oleh para penggiat paham radikal.

Untuk itu, demi menangkal paham tersebut warga Nahdliyin di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi menggelar pengajian sekaligus halal bihalal bersama, Rabu (5/7) malam.

Tujuannya tak lain adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai paham radikal yang saat ini mulai mengemuka dan mulai menjangkiti kalangan masyarakat bawah.

Acara yang dipusatkan di halaman Masjid Al-Manar Desa Bagorejo ini berlangsung cukup khidmat. Terbukti, seluruh jamaah yang hadir nampak antusias mendengar kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh Kiai Haji Nurussholeh.

Pimpinan Majelis Sholawat Ahbaabul Musthofa Jember (AMJ) ini dalam ceramahnya juga menyampaikan mengenai isu merebaknya paham radikalisme yang dewasa ini semakin meluas di Indonesia.

Tentu peran Ormas Islam yang digadang-gadang terbesar di Indonesia bahkan dunia, Nahdlatul Ulama (NU) sangat dibutuhkan oleh umat. Sebab dari berdiri sejak 31 Januari 1926 hingga sekarang, NU selalu berkomitmen menjaga kedaulatan bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah.

“NU dari dulu selalu berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka dari itu tingkatkan tali persaudaraan dan mari bersatu melawan paham radikal,” ujar KH. Nurussholeh.

Menurutnya, sejumlah perangkat organisasi NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat juga perlu melakukan tindakan masif untuk bersama menangkal radikalisme.

“Mulai dari IPNU-IPPNU, Ansor, Muslimat dan Fatayat bisa mengadakan acara pengajian rutinan atau Sholawatan. Bahkan ranting-ranting pun harus turut aktif menggelar pengajian semacam itu, ” jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Haji Imam Tobroni mengaku bersyukur lantaran acara pengajian ini bisa kembali digelar untuk kedua kalinya dengan sukses dan mendapat antusias sangat besar dari masyarakat.

“Alhamdulilah acara yang sudah kedua kalinya digelar ini berjalan sukses. Ini berkat semangat gotong royong pantang menyerah dari seluruh warga NU Bagorejo, termasuk Khoirul Wasilah Bagorejo, GP Ansor PAC Srono dan Pemerintah Desa Bagorejo,” ucapnya.

Rizki Restiawan

About Rima Indah

Check Also

Kakak Adik Terpisah Sejak Tahun1971, Dipertemukan Oleh Pendengar RBT di Malangsari Banyuwangi

Sudah sekian kali Radio Bintang Tenggara melalui Pendengarnya bisa mempertemukan orang orang yang kesulitan mencari sanak saudaranya yang terpisah bertahun tahun. Seperti yang dialami pak Sutrisno warga Pontianak yang mencari saudara kandungnya bernama Lilik Koriyati terpisah sejak 1971.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *