Temuan dari tim teknik dari PLN Rayon Jajag, sebuah layang-layang berukuran besar menyangkut di instalasi milik PLN tepatnya di Dusun Plaosan Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Senin, (31/07) (Foto. Jojo Humas PLN Jajag)

Layang-Layang, Hantui Pelanggan PLN Rayon Jajag

Radiobintangtenggara.com, JAJAG – Bermain layang-layang di dekat jaringan listrik ternyata sangat berbahaya jika mainan itu tersangkut kabel listrik. Di Jajag, antara Mei hingga Juli 2017, lebih dari puluhan ribu pelanggan PLN Rayon Jajag menjadi korban padam listrik karena layang-layang.

Manager PT PLN Rayon Jajag Donalia Arie, mengatakan, layang-layang yang mengenai jaringan PLN dapat memicu hubungan arus pendek sehingga menyebabkan aliran listrik padam otomatis.

“Hampir di semua wilayah Rayon Jajag ada laporan kejadian layang-layang menyangkut kabel sehingga mengganggu jaringan,” katanya. Senin, (31/07).

Baca Juga. Diduga Konsleting Listrik, Truk Tangki Pertamina Terbakar di Kaligondo Genteng

Akibat terganggunya pasokan listrik selama periode tersebut, lanjut Arie, PLN Jajag harus menerima banyak laporan dari masyarakat terkait listrik yang tiba-tiba padam diwilayah tanggungjawabnya.

Ia menambahkan, layang-layang berbahan kertas kado alumunium foil disebut paling berbahaya karena mengandung bahan kondutif yang bisa memicu hubungan arus pendek jika mengenai jaringan.

Menurutnya, mainan berbahaya lain yang biasa diterbangkan di udara adalah layang-layang berbahan plastik dan dipasangi lampu. Layang-layang itu biasa diterbangkan hingga malam hari karena dimodifikasi dengan penerangan.

Layang-layang berukuran besar tersebut berbahaya jika mengenai jaringan karena mengandung kabel tembaga untuk menyalakan lampu.

Baca Juga. Konsleting Listrik Sambar Bensin, Satu Rumah Warga Kencong Hangus Terbakar

Selain menyebabkan padam listrik, layangan yang mengenai jaringan ternyata bisa membayakan nyawa manusia, terutama orang yang memainkan layangan. Beberapa jenis tali layangan mengandung bahan konduktif sehingga bisa mengakibatkan orang yang memegangnya tersengat listrik.

“Bermain layang-layang sebaiknya menjauhi jaringan PLN karena mengandung bahan konduktif yang bisa berakibat fatal jika tersangkut jaringan,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut Pihaknya juga mengadakan sosialisasi langsung ke masyarakat dalam setiap kesempatan. Masyarakat diimbau tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik demi keselamatan bersama serta menjamin kelancaran pasokan listrik.

(RBT/Far)

About Fareh Hariyanto

Check Also

Ketahuan Warga Curi Buah Naga, Pelaku Panik Motor di Tinggal Pencuri Kabur

Pencurian puluhan buah naga terjadi di wilayah Desa Kedunggebang dan Sumberkepuh, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi Jumat (21/6/2024). Pak Mistun warga setempat menyampaikan, bahwa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB warga sempat mengejar pelaku yang menggunakan sepeda motor disertai tobos di wilayah Sumberkepuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *