Jelang Nyepi Pengamanan Pelabuhan Ketapang Ditingkatkan

Radiobintangtenggara.com, KALIPURO – Polres Banyuwangi mulai meningkatkan intensitas pemeriksaan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, jelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 28 Maret 2017.

Seperti yang dilakukan oleh aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT), Jumat (24/3) siang, polisi meningkatkan pengawasan dengan menggelar Tiada Hari Tanpa Razia (THTR).

Kapolsek KPT, AKP Sudarmaji mengatakan, peningkatan ekskalasi pemeriksaan ini untuk meminimalisir segala gangguan keamanan di Pulau Dewata Bali saat perayaan Nyepi.

“Target yang kami sasar, yakni minuman keras, bahan peledak, senjata tajam, senjata api dan narkoba,” jelasnya.

Menurut Sudarmaji, wilayah Banyuwangi yang berdampingan dengan Bali, membuat aparat Kepolisian Banyuwangi turut berperan dalam memberi rasa aman bagi warga Bali dalam melaksanakan Nyepi.

“Salah satu yang kami antisipasi adalah menekan peredaran miras dari Bali supaya tidak masuk ke Banyuwangi,” tegasnya.

Sementara itu Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ries Andrianto mengatakan, jelang Hari Raya Nyepi, pengamanan lalulintas juga difokuskan di sejumlah titik yang biasa mengalami kepadatan. “Ini untuk mengantisipasi munculnya antrian, karena imbas penutupan operasional Pelabuhan ASDP Ketapang,” ungkapnya.

Menurut Kasatlantas, jika memang arus lalulintas di kawasan pelabuhan terjadi kepadatan, maka kendaraan akan dialihkan melalui jalur lingkar Ketapang.

Sejumlah langkah untuk mengurai kemacetan juga sudah diambil. Polisi bersama pihak ASDP telah menyiapkan sejumlah kantong parkir apabila area parkir di dalam pelabuhan tak mampu menampung kendaraan. “Kantong parkir itu ada di Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang dan Pelindo,” jelasnya.

Diketahui, pada saat perayaan Nyepi, Selasa (28/3), Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang akan ditutup. Sementara pemberangkatan kapal terakhir pada Senin 27 Maret 2017, pukul 23.00 WIB. Sedangkan akan kembali dibuka pada Rabu (29/3) pukul 04.30 WIB.

Rizki Restiawan

About Rima Indah

Check Also

Kakak Adik Terpisah Sejak Tahun1971, Dipertemukan Oleh Pendengar RBT di Malangsari Banyuwangi

Sudah sekian kali Radio Bintang Tenggara melalui Pendengarnya bisa mempertemukan orang orang yang kesulitan mencari sanak saudaranya yang terpisah bertahun tahun. Seperti yang dialami pak Sutrisno warga Pontianak yang mencari saudara kandungnya bernama Lilik Koriyati terpisah sejak 1971.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *