Foto : Petisi.co

Persiapan Hadapi PSBK Blitar, Persewangi FC Rombak Pemain dan Jalani Uji Coba Lawan Timnas U-22

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Manajemen Persewangi FC akan melakukan perombakan pemain untuk menghadapi putaran ke dua lanjutan liga 2 Indonesia.

Menurut Pelatih Kepala Persewangi FC Bagong Iswahyudi, perombakan di skuat Persewangi FC ini bukan tanpa alasan. Sebab selama putaran pertama liga 2 Indonesia ini Trubus Gunawan dkk meraih hasil yang kurang memuaskan dan hampir terpuruk di papan bawah klasemen sementara grup 6.

“Masih ada sisi kelemahan terutama dilini belakang pertahanan Persewangi FC,” ungkapnya kepada radiobintangtenggara.com, Senin (22/5).

Itu terbukti gol-gol yang bersarang di gawang Persewangi kebanyakan terjadi akibat masih rapuhnya lini pertahanan tim kebanggan Banyuwangi ini.

“Untuk itu pada persiapan putaran ke dua ini, manajemen Persewangi FC akan mendaftarkan pemain tambahan ke PSSI untuk memperkuat tim Persewangi,” jelas Bagong.

Sekedar diketahui, pada putaran ke dua nanti akan digelar pasca Hari Raya Idul Fitri tanggal 26 Juli 2017. Tim Persewangi FC Banyuwangi akan menjamu lawanya PSBK Blitar. Sebelumnya, Persewangi FC dipaksa menyerah di Kandang PSBK Blitar 2-0 pada putaran pertama liga 2 Indonesia.

Sedangkan pada pertandingan terakhir putaran pertama liga 2 Indonesia Persewangi FC Berhasil menumbangkan Pemuncak Klasmen grup 6 PSMP Mojokerto Putra dengan skor akhir 3-1 di Stadion Diponegoro Banyuwangi.

Dengan hasil ini, Persewangi FC berhasil naik ke peringkat 3 klasmen sementara di grup 6.

Sementara itu, untuk tetap menjaga stamina pemain Persewangi FC akan melakoni laga uji coba melawan Timnas-22 asuhan pelatih Luis Mila, pada tanggal 24 Mei 2017 yang digelar di Stadion I Wayan Digta Gianyar Bali.

Hermawan

About Rima Indah

Check Also

Kakak Adik Terpisah Sejak Tahun1971, Dipertemukan Oleh Pendengar RBT di Malangsari Banyuwangi

Sudah sekian kali Radio Bintang Tenggara melalui Pendengarnya bisa mempertemukan orang orang yang kesulitan mencari sanak saudaranya yang terpisah bertahun tahun. Seperti yang dialami pak Sutrisno warga Pontianak yang mencari saudara kandungnya bernama Lilik Koriyati terpisah sejak 1971.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *